Rabu, 25 Maret 2015

Peran Bahasa Daerah Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia



Aneka budaya dan bahasa daerah mempunyai peranan dan pengaruh terhadap bahasa yang akan diperoleh seseorang pada tahapan berikutnya, khususnya bahasa formal atau resmi yaitu bahasa Indonesia.
Peran orang tua juga berpengaruh dalam berkembangnya bahasa sehari hari si anak,jika Ayah dan Ibu berasal dari dua suku dan latar belakang bahasa yang berbeda,tentu perkembangan si anak dalam berbahasa akan terpengaruh.Hal ini dapat menimbulkan kebinggungan bagi sang anak untuk memilih ucapan apa yang akan digunakan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa keanekaragaman budaya dan bahasa daerah merupakan keunikan tersendiri bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan yang harus dilestarikan
Maka dari itu,Bahasa Daerah merupakan Bahasa yang unik dan menandakan bahwa budaya masih sangat berdampak pada masyarakat Indonesia.
Biasanya orang yang merantau ke daerah tertentu akan terbawa bahasa sekitar,contoh,Ani adalah Mahasiswa Universitas Padjajaran,namun Ani berasal dari Jakarta,dalam sehari hari nya,teman-teman di kampusnya menggunakan bahasa Sunda,otomatis Ani akan bisa,atau setidaknya paham bahasa Sunda tersebut,Selain agar bisa berkomunikasi dengan lancar,juga agar tercipta suasana yang nyaman. Beberapa kata dari bahasa daerah juga diserap menjadi Bahasa Indonesia yang baku, antara lain kata nyeri (Sunda) dan kiat (Minangkabau).
Dampak-Dampaknya ialah :
Dampak Positif :
- Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata.
- Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
– Sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah.
- Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
Dampak Negatif :
- Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
- Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
- Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah.
- Dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar